News Update :

Berita Media

Kiprah PKS

Taujih

Kabar PKS DPRa Benda Baru

Kiprah Bidang Perempuan Benda Baru

Kiprah Bidang Kaderisasi

Digawangi

Kiprah Bidang Kepanduan dan Olah Raga

Di Komandani oleh Didin

Bayanat dan Taklimat

Dunia Nasyid

Dunia Islam

BERITA TERBARU
Tampilkan postingan dengan label Taujihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taujihat. Tampilkan semua postingan

Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir...

Kamis, 31 Januari 2013

Kultweet @YudiWidiana

1. Mari kita perbanyak do'a, "hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa niman nashir". Insya Allah ada hikmah dibalik ini semua. #Musibah

2. Kita ini ibarat sedang mendaki gunung yg tinggi. Di depan kita, puncak gunung kian dekat. Mungkin kita sdh separo jalan. #Musibah

3. Saat kita berjalan berat, menanjak... Sekonyong angin menghempas tubuh kita dgn kencang. Reaksi dari kita beragam hadapi angin. #Musibah

4. Hantaman angin itu begitu keras dirasakan dibagian dada dan kepala yg melindungi jantung kita. Bahkan spt menyedot tubuh kita. #Musibah

5. Mereka ingin gagalkan perjalanan dakwah menuju puncak dgn 2 hantaman sekaligus! Suap (korupsi) dan wanita agar dakwah ambruk. #Musibah

6. Sebagian kita begitu kokoh dan terus maju menerjang badai yg menghantam. "Ayo dakwah ini tak boleh padam dan ambruk!". #Musibah

7. Mungkin juga ada yg terdiam kaget, ada yg terhuyung2 nyaris jatuh, tak sedikit yg terguncang dihantam badai tiba2 & kencang. #Musibah

8. Bahkan mungkin saja ada yg hendak berbalik badan membatalkan perjalanan menuju puncak bersama kafilah dakwah ini. Sunnatullah #Musibah

9. Wahai Saudaraku! Tengoklah ke belakang, jauh nian jalan yg sdh kita lalui yg penuh onak dan duri. Akankah kita berbalik turun? #Musibah

10. Tidak Saudaraku! Kita jangan patah semangat dan tetap fokus krn kita punya tugas mengibarkan panji dakwah ini di puncak dunia. #Musibah

11. Soal fitnah moralitas (suap dan wanita), mengapa tiba2 kita hilang kepercayaan thd saudaramu. Berhusnuzonlah Saudaraku! #Musibah

12. Setiap hari kita digoda oleh banyak maksiat, dan selama itu kita tolak. Lantas mengapa kali ini hrs hilang rasa percaya? #Musibah

13. Jangan pernah pedulikan teriakan2 penonton, pendengki, atau siapapun yg tdk rela Panji Dakwah ini mencapai puncak sana. #Musibah

14. Jangan pula kita bergeser ke pinggir gelanggang mjd penonton yg ikut teriak, bahkan lbh lantang dan keras. #Musibah

15. Lebih baik kita obati luka2 kita akibat terkena badai, kita rengkuh kawan di kiri-kanan, depan-belakang agar sama2 bangkit. #Musibah

16. Kita bagikan perbekalan2 yg tersisa agar semua kuat berjalan. Kita kibarkan panji dakwah ini di puncak dunia Saudaraku! #Musibah

17. Yakinlah! Pimpinan kafilah dakwah tdk pernah berkhianat, bahkan terbersit pun tidak. Semua itu hanyalah fitnah para pendengki! #Musibah

18. Mereka berusaha mengolok-olok kita lbh keras lagi. Tapi biarkanlah! That's Nothing 4 us. Kita yakin Allah SWT lbh hati kita. #Musibah

19. Tugas kita mengantarkan kafilah dakwah ini hingga ke puncak. Bajak mereka yg belum bersama masuk ke dlm barisan. Bangkitlah!

20. Yg membuat kita terlempar atau tidak dari gelanggang adl kita sendiri, bukan pengamat apalagi pendengki. Jangalah kita lembek! #Musibah

Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir...

Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung...

Jumat, 13 Juli 2012

Ada saat suatu titik yang mempertemukan kita dalam sebuah jalan perjuangan dan mengisi catatan kehidupan dalam ranah idealisme. Yang mengingatkan kita akan visi perubahan untuk Jakarta yang kita Cintai.


Padatnya aktivitas perjuangan ini mungkin melebihi jadwal ketika bercengkrama dengan keluarga dan itu tak menjadi halangan tuk terus melangkah. Mempertahankan cahaya nurani agar diri mampu menapak surga. Agar tetap menjadi bintang yang menerangi kegelapan.

Perjuangan ini telah menjadi saksi kehidupan untuk merajut mimpi untuk sebuah perubahan. Mimpi-mimpi menjadi sang al Banna. Yakinlah Batik Beresin Jakarta akan selalu memeriahkan aktivitas kita sampai kapanpun.

Saudaraku adalah sebuah kehormatan dapat mengenal dan berjuang bersama kalian yang dalam lelahnya masih dapat tetap berupaya, tidak hanya bisa bicara tapi juga bekerja. mengkritisi tapi juga memberi solusi tidak merasa rendah ketika dihina, dan tidak merasa tinggi bila dipuji, yang telah menjadikan Perjuangan sebagai urusan keluarganya.

Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung....Teruslah bergerak karena kalian adalah pejuang....Masih banyak tugas lain menanti kita....Terima kasih Sahabat Hidayat + Didik untuk Perjuangan ini, semoga Alloh mencatatkannya sebagai amal bagi kita semua...aamiin

Hidayat Nur Wahid

Taujih Bagi Kader Dakwah di Lembaga Legislatif

Jumat, 20 April 2012

Dakwah di Lingkaran Kekuasaan

Masuk dalam lingkaran kekuasaan adalah bagian penting dari misi dakwah. Allah SWT berfirman:


وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا
(الأنعام :٩٢)


Inilah Kitab (alquran) yang Kami turunkan; yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya.


Dalam ayat ini disebutkan kalimat Walitundzira ummal qura: ‘agar kamu memberi peringatan kepada ummal qura’. Ummal Qura arti harfiahnya adalah ibukota atau penduduk ibukota. Wa man haulahaa dan sekitar ibukota. Di dalam kitab tafsir disebutkan bahwa ummal qura’ itu haitsu yaskunuu fiihaa al-qadaatul mujtama’uun, dimana tinggal disana para pemimpin yang diikuti. Ini artinya Ibukota adalah pusat kekuasaan, pusat perubahan, dan pusat pengambil keputusan.

Dakwah harus walitundzira ummal quraa’ agar dapat mempengaruhi pusat kekuasaan dan pusat perubahan, serta men-shibghah (mewarnai) pusat-pusat pengambil keputusan. Kenapa mesti demikian? Jawabannya adalah karena Islam menginginkan perubahan yang sistemik bukan perubahan yang parsial dan tambal sulam. Jika kita menjauhi atau bahkan membenci perjuangan dakwah menuju pusat kekuasaan, pusat perubahan dan pusat pengambil keputusan. Kita akan menjadi umat yang termarginalkan, tersisih, tidak berperan, dan tidak diperhitungkan. Umat hanya akan menjadi komoditi nonmigas di saat-saat pemilu dan pilkada, dan tidak menjadi umat yang menentukan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Dalam kondisi seperti ini perubahan sistemik tidak akan terjadi; betapapun rajinnya kita bekerja keras di tengah-tengah kaum fuqoro’ dan masaakin yang termarginalkan itu; betapapun kita kerja keras di tengah-tengah komunitas-komunitas yang tersisihkan. Gerak langkah perjuangan dakwah kita harus mencapai ummal qura’. Sehingga muara alur perjuangan di tengah-tengah rakyat dan di tengah-tengah pusat kekuasaan bertemu. Untuk menghasilkan perubahan dan pembaharuan yang sistemik, yang Insya Allah bermanfaat bagi semua.


Dalam ayat lain surat al-qashash ayat 59, disebutkan hal yang sama:


 وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا 
(القصص :٥٩)


Dan tidak sekali-kali Allah Tuhan-mu Rabb-mu membinasakan suatu negeri sehingga di ibukotanya dibangkitkan seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami.



Pengiriman Rasul sudah diakhiri dengan Muhammad SAW, akhirul anbiyaa’ wal mursalin. Tapi misi kerasulan tetap berjalan diwarisi oleh umatnya. Dan mudah-mudahan kita semua diakui oleh Allah SWT sebagai waratsatul anbiyaa ‘ wal mursalin. Yang mengemban risalah Islamiyah. Bukan hanya di tengah-tengah masyarakat, tapi juga fii ummiha. Yatluu ‘alaihim aayaatinaa di pusat-pusat kekuasaan, pusat kekuatan, pusat perubahan dan pusat pengambil keputusan.

Kita –yatluu ‘alaihim aayaatinaa- membacakan ayat-ayat Allah; menyampaikan hidayah Allah, menyampaikan hidayah rasulullah. Sehingga Insya Allah bangsa dan Negara ini bisa berubah secara substantive, bisa berubah secara sistemik.



Kader Dakwah & Lembaga Legislatif

Kader dakwah harus masuk ke lembaga legislatif, walaupun ia tahu isinya macam-macam orang, macam-macam kepentingan, macam-macam ideologi, macam-macam kelakuan. Lembaga ini hendaknya dijadikan laboratorium pengembangan diri kader dakwah untuk menjadi rijalud daulah; menjadi negarawan dan negarawati.

Selain itu, di lembaga legislatif kader dakwah hendaknya mempunyai peran advokasi; membela kepentingan rakyat, kepentingan dakwah, dan kepentingan umat. Mereka harus menjadi payung politik bagi seluruh aktivitas keislaman yang dilakukan oleh jama’ah, partai, ormas, dan yayasan manapun. Jangan pilih-pilih ormas ini – ormas itu, madzhab ini - madzhab itu, kecuali yang disepakati oleh ahli sunnah wal jama’ah sebagai kelompok yang sesat.

Kader dakwah di lembaga legislatif juga memiliki peran sebagai penterjemah. Sebagaimana kita ketahui, aturan-aturan, produk-produk legislative, undang-undang dasar, perundang-undangan, dan perda-perda, biasanya menggunakan kalimat-kalimat umum. Maka disinilah kader dakwah berperan menerjemahkan kalimat-kalimat umum itu untuk kepentingan Islam dan muslimin! Terjemahkanlah untuk kepentingan umat! Terjemahkanlah untuk kepentingan dlu’afa! Para kader dakwah harus menjadi mutarjimun ijaabiyyun (penterjemah positif) dari undang-undang, perda, dan produk-produk legislasi.

Berikutnya, para kader dakwah harus berperan sebagai iron stock dari umat ini. Kita membutuhkan kader-kader negarawan-negarawati yang siap mengelola supra struktur dan infra struktur Negara. Kita butuh kader-kader perjuangan Islam ini di semua level penyelenggara Negara. Para kader dakwah harus menjadi yang paling terdepan.

Terakhir yang harus dicamkan para kader dakwah di lembaga legislatif adalah bahwa mereka memiliki peran investigative. Mata dan telinga mereka harus melihat dan mendengar lebih banyak tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dibanding kader dakwah yang berada di luar. Gali inforamasi, kenali sikap, agenda-agenda, juga kemungkinan adanya konspirasi-konspirasi yang akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara; merusak Islam dan muslimin, merusak dakwah atau mengancam dakwah.

Berjuanglah Dengan Ikhlas Serta Dengan Jiwa Dan Mental Baja

Senin, 02 April 2012

Oleh : Ustadz Nabiel Al Musawwa

“Mereka merasa berjasa dengan keislaman mereka, katakanlah: Janganlah kalian merasa berjasa dengan keislaman kalian, karena Allah-lah yang telah berjasa kepada kalian karena telah menunjukkan kalian kepada jalan-jalan keimanan jika kalian adalah orang-orang yang benar.”
(QS Al-Hujurat, 49:17)


PKS sebagai Partai Kader memang tidak sama dengan partai-partai lainnya, orang yang bisa dipromosikan menjadi pengurus pada strata-strata tertentu haruslah telah melewati masa-masa pengkaderan selama masa bertahun-tahun dan telah mencapai kriteria kelulusan pada setiap level tersebut denga sangat rinci dan belum mampu ditandingi oleh sistem organisasi manapun termasuk organisasi intelijen (demikianlah yang diakui sendiri oleh BIN).


Oleh karena itu para pengamat dari luar ataupun para “aktifis karbitan” yang bisanya berteriak-teriak dari luar dan “merasa paling berjasa” kepada partai ini tentunya tidak mampu membayangkan bagaimana sulitnya masa-masa pengkaderan yang telah dibangun oleh para pendiri harokah dakwah ini selama masa lebih dari 20 tahun dari rumah ke rumah dan dari satu tempat kost ke tempat kost lain.

Para “aktifis karbitan” yang merasa telah “ikut berjuang” untuk partai itu juga tidak pernah tahu berapa kader-kader generasi pertama yang sampai drop-out dari kuliahnya karena tugas-tugas dakwah, berapa kader-kader yang terpaksa berjalan puluhan kilometer atau harus keluar masuk hutan di pulau-pulau di Nusantara ini demi membuka lahan dakwah baru, berapa kader yang setiap malam terkulai kepala-kepala mereka di meja kerjanya karena lelah membahas dan memikirkan maslahat untuk ummatnya, dan berapa pula kader yang telah menghabiskan semua miliknya yang paling berharga demi membangun fondasi harokah ini.


Para kader generasi awal tersebut bukanlah orang yang hidup berkecukupan, namun tidak pernah kemudian mereka mempertanyakan kenapa harus berjuang habis-habisan seperti itu? Atau apa yang akan didapat dari perjuangan ini nantinya? Atau kami sudah berjuang sehingga partai ini besar maka sekarang giliran partai dong yang memperhatikan dan membesarkan kami? Atau meragukan para qiyadahnya, jangan-jangan mereka telah keluar dari khittah dakwah ini setelah berkuasa?


Suka dan duka yang telah bersama-sama ditempuh dalam perjuangan dakwah; airmata yang telah ditumpahkan pada sujud-sujud yang khusyu’ di akhir-akhir malam mendoakan kemenangan ummat ini dengan tulus; uang, harta-benda, fikiran dan perasaan dan entah sudah tidak terhitung lagi apa yang dimiliki yang telah dengan segala ketulusan diberikan bahkan jiwapun jika diminta pastilah akan diberikan demi tegaknya ummat ini; semua catatan perjalanan, kesan dan waktu yang telah dilewati bersama itu tentunya tidak akan pernah bisa difahami oleh kader-kader yang belum memahami apa arti sebuah perjuangan dakwah di dalam Islam dan apa arti sebuah keikhlasan sehingga mampu mengangkat sebuah peradaban dari ummat yang sudah seperti buih yang terbawa banjir.

“Dan diantara orang-orang beriman itu ada rijal yang menepati janjinya kepada Allah, diantara mereka ada yang telah wafat dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu (saat perjumpaan dengan Rabb-Nya), namun mereka sedikitpun tidak pernah mengubah janjinya.” (QS Al-Ahzab, 33:23)

Lalu permasalahannya apakah ke-tsiqahan kita kepada qiyadah dakwah ini berarti kita tidak boleh bertanya atau memberikan kritik? Apakah ketaatan kepada para leader partai ini membuat kita menjadikan kita hanya bisa manut tanpa reserve? Tentunya akal yang sehat akan menjawabnya tidak demikian. Bagaimana mungkin sebuah gerakan dakwah yang telah mampu membangun sebuah sistem yang demikian sempurna, sehingga outputnyapun telah terlihat dengan jelas kemana-mana sebagai generasi muda Islam yang unik, intelektual, militan namun santun dan moderat dan telah pula menjadi perhatian secara nasional dan internasional akan berlaku demikian?!

Permasalahannya adalah ketidakfahaman dikalangan sebagian besar kader di tingkat grassroot tentang berapa besar tantangan untuk sebuah perjuangan di pentas politik? Seberapa besar kekuatan-kekuatan yang bermain dan mampu “memutih” atau “menghitamkan” seseorang atau sekelompok orang? Seberapa jauh poros-poros yang berbeda bisa menjadi bersatu ketika melihat sebuah musuh bersama (Islam)? Seberapa besar dana yang dialirkan baik skala nasional maupun skala global untuk memporakporandakan soliditas kader serta melumatkan sama sekali kekuatan-kekuatan yang dapat “mengganggu” kepentingan bersama mereka yang telah terbangun selama puluhan tahun?


Materi-materi tentang Ghazwul Fikri, Ma’na Jahiliyah, Qadhiyyatul Ummah, Marahilu Dakwah, dan lain-lain sebenarnya sudah dipersiapkan oleh harakah untuk menjelaskan fenomena ini dikalangan kader dakwah sehingga jika masanya hal itu tiba diharapkan kader dapat memiliki manna’ah (imunitas) untuk menangkal hebatnya makar yang akan terjadi pada gerakan dakwah ini, namun memang tataran konsep akan sangat jauh berbeda dengan jika hal tersebut sudah ada di depan mata, apalagi jika hal tersebut menimpa pada generasi kader yang tidak sempat berinteraksi secara mendalam dengan tarbiyyah.

“Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang amat besar, dan disisi Allah-lah balasan makar mereka itu, dan sesungguhnya makar mereka itu dapat melenyapkan gunung-gunung karena amat besarnya.” (QS Ibrahim, 14:46)

Hendaknya seorang kader yang ingin mengetahui bagaimana konspirasi hebat yang ingin melumatkan dakwah ini menemui dan bertanya pada anggota legislatif PKS di tingkat terendah (kabupaten/kota/kotamadya), cobalah minta waktu kunjungan pada mereka, kumpulkan masyarakat lalu minta agar dikunjungi oleh aleg PKS di wilayahnya tersebut karena hal itu adalah hak masyarakat terhadap aleg di daerahnya, tanyakan apa yang sudah diperbuat oleh kader tersebut dan bagaimana konspirasi yang menimpa mereka di DPRD tersebut. Lalu bayangkan oleh antum, kalau di tingkat itu saja demikian hebat rekayasa para aleg lain dan kekuatan PEMDA dansebagainya bermain dalam ber-KKN, lalu husnuzhan-lah di tingkat DPR-RI tentunya akan lebih dahsyat dan lebih kejam lagi kekuatan yang bermain.

Dan hendaklah para kader memahami bahwa dalam dunia politik informasi itu berubah dalam hitungan jam bahkan menit, sehingga jangankan antum yang di bawah, para qiyadah yang paling ataspun seringkali ketinggalan informasi, bukan karena tidak dibuat mekanismenya namun bagaimana sempat bekerja kalau setiap jam atau menit harus membuat laporan ke para kader di bawah. Demikian pula perkembangan informasi itupun seringkali bertolak-belakang, info yang masuk dan diputuskan pada pagi hari maka di siang hari partai harus membuat kebijakan yang sebaliknya, sorenya mungkin berubah lagi. Belum lagi tidak semua info bisa disampaikan secara tertulis karena akan memiliki delik-yuridis walaupun peristiwa tersebut kelihatan di depan mata kepala sendiri.

Lalu kenapa tidak diekspos di media? Inipun perlu pembahasan tersendiri, tidak semua media mau memuat dari PKS, cobalah antum ke Aceh lalu antum saksikan sendiri ribuan kader kita yang berjuang disana, apakah ada media yang meliput? Tidak, karena itu hanya akan membesarkan PKS 2009 nanti. Tentang BBM?! Yang pertama kali menyuarakan sikap adalah PKS (coba antum lihat tulisan mas Untung/Ketua Fraksi PKS di majalah SAKSI beberapa terbitan yang lalu), lalu kemudian menjadi suara Komisi-VIII DPR. Kasus mas Irwan juga sebenarnya sudah basi, DPW PKS Sumbar sudah lama membuat klarifikasi namun ketika mas Irwan dicalonkan sebagai Cagub, baru ICW mengeksposnya. Tahukah antum bahwa dalam PILKADA saat ini di puluhan daerah (Tk I dan Tk II) kita sudah mampu mengusung para kader-kader kita untuk bertarung dengan partai GOLKAR dengan peluang kemenangan yang signifikan?

Mari kita semua ber-istighfar atas kelalaian kita selama ini (terutama para kader yang memposisikan diri sebagai the-outsider, banyak omong tanpa hasil) sementara para kader lainnya disibukkan untuk terus membangun jaringan demi memenangkan dakwah ini. Sampaikanlah kritik dan pertanyaan dengan santun dan penuh hormat kepada para qiyadah yang telah berjuang tanpa lelah demi kemenangan ummat ini. Dan di atas semua itu jika syaithan masih membisiki antum juga, cobalah antum bersikap fair, bandingkan dengan partai atau organisasi lainnya baik segi kualitas atau kuantitas, mana sih yang lebih bermasalah? Kita tidak pernah merasa para qiyadah atau ikhwah kita itu suci, ada juga kader yang karena tergoda syaithan menjadi tergelincir, namun sudah ada mekanisme partai melalui Dewan Syariah yang dengan sistemnya yang jelas dan tegas mengatasi hal tersebut. Lalu apakah adil jika karena satu dua hal yang nampak belum sempurna kita menggugat dan mencaci-maki seluruh partai kita sendiri?

“Wahai Rabb Kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman.” (QS Al-Hasyr, 59:10)

Rabtul 'Am - SENI MEMBANGUN HUBUNGAN

Sabtu, 03 Maret 2012

Mengapa perlu meningkatkan hubungan baik (Relationship) ?
  1. Agar orang yang berinteraksi dengan kita (obyek dakwah) puas ketika berhubungan dengan kita.
  2. Semua orang diharapkan dapat menceritakan pada orang lain bahwa banyak keuntungan yang diperoleh ketika berhubungan dengan kita.
Dan untuk bisa berhubungan baik dengan orang lain maka kita perlu mengetahui apa yang menjadi kodrat umum seorang manusia. Salah satunya adalah bahwa "orang itu sangat tertarik pada dirinya sendiri atau pikiran mereka sendiri” karena itu perhatikanlah 7 hal berikut dan semoga kita sukses mengambil hati mereka.


1. Terampillah dalam berbicara


Topik yang paling menarik untuk dibicarakan dengan kawan bicara adalah "diri mereka sendiri”. Mereka akan tertarik, amat percaya jika membicarakan apa yang diinginkan oleh mereka. Cara yang salah adalah ketika kita melawan kodrat manusia. Karenanya dalam awal komunikasi yaitu ketika kita belum akrab betul dengan mereka pastikan:
Jangan terlalu banyak mengatakan : "saya, aku, milikku, ana"
Lebih banyak mengatakan : "Anda, saudara, bapak, milik anda, antum"
Dan topik yang paling menarik adalah tentang diri mereka sendiri, keluarga mereka, pekerjaan mereka, hobby mereka dan seterusnya


2. Buatlah orang merasa penting

Pastikan semua orang berinteraksi dengan kita merasa "penting", tidak ada yang dimarjinalkan dari orang lain. Semakin merasa penting maka peluang mereka memberikan tanggapan akan semakin besar. Lakukanlah beberapa langkah berikut :
  • Dengarkanlah mereka, tunjukkan sisi antusias ketika mereka bicara, gunakan anggukan kepala sebagai tanda kita memperhatikan.
  • Pandanglah ketika mereka bicara, jangan terkesan mengabaikan / cuek.
  • Pujilah dan hargailah mereka dengan guesture (isyarat tubuh) yang tepat atau dengan ucapan tanggapan yang menyenagkan mereka.
  • Sebutkan nama mereka sesering mungkin dalam percakapan. Orang akan bergetar hatinya jika disebut namanya.
  • Perhatikan setiap orang ketika percakapan melibatkan sekelompok orang, pastikan semua mendapatkan tatapan mata kita dan perhatian kita.

3. Setujuilah pendapat mereka

Ikhwah fillah, belajarlah menyetujui pendapat orang lain.
  • Terkadang tidak cukup dengan anggukan kepala, ada beberapa orang yang lebih yakin melanjutkan komunikasi dengan kita ketika ada sebuah ucapan (kata-kata) persetujuan yang muncul dari mulut kita.
  • Tidak terburu mengawali kalimat dengan mengatakan "Tidak setuju” pada orang lain ketika ada yang berbeda dengan pendapat kita kecuali betul-betul mutlak keliru dan waktu percakapan kita pendek.
  • Misal mereka mengatakan : Saya pikir PKS munafik jika tidak mengakui bahwa ujung-ujung perjuangannya adalah kekuasaan...
  • Lebih diterima jika kita mengatakan ”Sungguh menarik untuk didiskusikan apa yang bapak Ali tadi sampaikan, mungkin pak Ali pernah mendengar diskusi di TV...” Atau "Mungkin memang ada benarnya apa yang bapak Ali sampaikan, namun yang menarik pak Ali, sebenarnya adalah bagaimana PKS menilai sebuah kekuasaan, mungkin bapak pernah mendengar...,
    NB : memperbanyak menyebut nama lawan bicara dan mengurangi menyebut saya, aku, ana dan lain-lain akan terasa berbeda jika kita berbicara "menurut saya...” "wah saya kayaknya perlu meluruskan nih...”(kesan defensif).
  • Akuilah jika kita memang salah atau ada kelemahan kita yang diungkap oleh lawan bicara kita. Kita akan dianggap lebih dewasa jika bisa tenang mengakui kelemahan kita dengan cara berterima kasih pada mereka karena diingatkan dan minta doa mereka agar kita bisa bersegera membenahi kelemahan kita.
  • Tahanlah diri untuk tidak berdebat
  • Ingat bahwa orang akan "malas" berkomunikasi dengan kita jika kita terindikasi berseberangan pendapat dan tidak mau menyetujui pendapat-pendapat mereka. Disinilah seni berkomunikasi.

4. Dengarkan mereka

  • Simaklah perkataan lawan bicara dengan cara mendengarkan setiap kata yang keluar. Semakin kita mendengarkan, akan semakin terbuka peluang bagi kita untuk menemukan cara/celah masuk dalam berkomunikasi lebih lanjut. Sikap berkonsentrasi dalam mendengarkan juga menyenangkan si lawan bicara karena mereka merasa "diorangkan”.
  • Pendengar yang baik selalu membiarkan orang untuk menceritakan cerita favorit mereka yaitu "cerita dari mereka sendiri”.
  • Orang akan menghormati kita jika kita serius mendengarkan mereka. Usahakan ada tatapan mata dan usahakan posisi tubuh kita dalam posisi terbaik. Penghormatan akan berbuah penghormatan.
  • Sesekali ajukan pertanyaan.
  • Ikuti topik si "lawan bicara” dan jangan memotong/menyela atau sibuk dengan urusan kita sendiri misal : pencat-pencet HP atau baca buku dan lain-lain.

5. Selami mereka agar bisa mempengaruhi

Suatu saat kita berharap bisa memimpin mereka. Setiap kita memiliki hakekat kepemimpinan karena memang setiap kita adalah pemimpin. Namun yang membedakan adalah kekuatan kepemimpinan kita (The power of leadership). Kepemimpinan sering disederhanakan dengan kata "pengaruh" sehingga kekuatan kepemimpinan seseorang bisa dilihat dari sejauh mana kekuatan pengaruhnya terhadap orang lain.

Agar kita memiliki kekuatan pengaruh kepada obyek dakwah kita maka biasakanlah melakukan 3 hal sederhana berikut :

1. Cari tahu apa yang mereka "inginkan"
2. Cari tahu apa yang mereka "butuhkan"
3. Cari tahu apa yang mereka "sukai"

Jika kita sudah mengetahui keinginan dan kebutuhan yang mereka cari, maka kita akan mudah mempengaruhi orang lain.

6. Yakinkan mereka

  • Menjadi kodrat manusia, bahwa mereka sangat mungkin ragu bahkan cenderung tidak percaya kepada sesuatu yang baru mereka dengar dan dikatakan oleh orang yang baru mereka kenal. Karenanya lengkapilah diri kita dengan pengetahuan cukup tentang produk atau materi yang akan kita sampaikan dan lengkapi pula diri kita dengan kecakapan berkomunikasi.
  • Jika kita sendiri tidak mampu meyakinkan maka jangan ragu untuk menggunakan orang ketiga pada awal-awal kita berinteraksi yaitu untuk meyakinkan mereka. biarkan orang ketiga tersebut menjawab pertanyaan itu untuk kita.
  • Bahkan ada beberapa orang yang lebih terkesan jika ada orang ketiga yang meneguhkan jawaban, dari pada kita sendiri yang menjawab.
  • Seni meyakinkan orang harus dimulai dari seni meyakinkan diri sendiri terlebih dahulu. Orang bijak mengatakan : "Jauh lebih penting dari seluruh rencana yang kita buat adalah keyakinan bahwa kita akan berhasil dan keyakinan itu sifatnya menular, keyakinan pula yang akan membuka banyak ruang kreatifitas".

7. Kondisikan Suasana Hati Mereka

Orang sangat condong untuk menanggapi dengan baik perilaku baik dari orang lain. Kita akan mendapatkan sesuatu dari apa yang telah kita berikan. Karenanya beberapa detik pertama dalam pertemuan menentukan suasana dan sifat hubungan. "Berikan senyum tulus kita kepadanya :) ", "sedikit bingkisan mungkin bisa menyentuh hatinya" atau "pujilah sesuatu yang dia miliki atau dia lakukan", alangkah tepat jika diawal pertemuan, kita banyak membicarakan seputar mereka dari pada kita sendiri.

(Abu Bara)

wa idza aradnaa an nuhlika qaryatan amarna mutrafihaa…

Kamis, 23 Februari 2012

Kita berkumpul disini untuk meyakinkan diri kita bahwa insya Allah kita akan menang.

Karena disini kita bersyura, mengumpulkan hati kita & menyusun perencanaan.

Ini yang disebut dalam al Qur'an: Fa idzaa azamta fa tawakkal alallah! Kita sedang bertekad, ada 600 hati yang ada di sini.

Tekad itu energi bagi fikiran untuk menjadi tindakan

Azam & Tawakkal bersanding, karena keduanya adalah tekad, 1 dari bumi dan 1 dari langit

Kenapa Allah menggunakan kata Azam? Karena semua realitas pada awalnya berawal di alam fikiran

Jika kemenangan itu sudah ada dalam hati dan fikiran, maka ia akan mewujud dalam kenyataan

Diayat lain Allah menyandingkan azam & sakinah. Sakinah itu kemantapan hati

Jadi yang pertama ada sebelum kemenangan itu adalah kemantapan hati

Jika ada kemantapan dalam hati kita ikhwah sekalian, maka kemenangan itu sudah dekat

Jadi jika kita ingin mengetahui apakah kita akan menang 2014 nanti, antum bisa tahu sekarang!

Maka peganglah dada antum, dan rasakan adakah kemantapan hati akan kemenangan itu atau tidak!

Sebelum badar, kaum muslimin ditidurkan oleh Allah, dan esoknya mereka dipenuhi kemantapan hati!

Jika Allah mentakdirkan sesuatu, maka Allah menciptakan sebab-sebabnya

Perhatikan sekitar antum, apakah terasa sebab-sebab kemenangan untuk antum?

Karena antum diciptakan untuk menjadi saksi-saksi (litakuunu syuhada) bagi manusia!

Kita yakin dengan cita-cita besar itu, karena kita akan menjadi saksi-saksi atas manusia.

Kalau hanya sekedar tujuan electoral, itu persoalan mudah, sebab ilmunya saintifik, semua orang bisa pakai!

Tetapi jika kita melaksanakan takdir kita sebagai syahadah alannas, maka kerja-kerja kita bukan soal angka-angka

Karena itu kerja-kera kita haruslah menjadi sesuatu yang dapat di RASA, bukan sekedar dihitung-hitung.

Hasil-hasil dakwah kita adalah sesuatu yang dapat dirasa, ketakutan menjadi rasa aman, kemarahan menjadi ketenangan

Saat ini kita ibarat mendaki gunung, ke atas masih tampak jauh, tapi ke bawah lebih jauh lagi.

Saat ini bagi kita tak ada pilihan lain, kita harus maju mencapai puncak!

Banyak orang bertanya-tanya, akan seperti apa masa depan PKS dengan beban ideologi yang diembannya

Tapi sederhana menjawabnya. Cukup mengajukan pertanyaan: pernahkah Islam itu memimpin dunia?

PERNAH!!! Dan oleh karena itu kita meyakini bahwa capaian itu pasti bisa diulangi!

Keraguan soal itu hanya menimpa mereka yang menggunakan logika electoral semata. Bahwa judul Islam itu tidak menjual dalam politik

Sebab mereka mengalami kegalauan narasi. Bagi kita narasi itu jelas, bahwa islam pernah menyatukan agama, pasar & politik

Karena narasi itu pernah terwujud dalam realitas, maka sesungguhnya semua itu dapat diwujudkan kembali!

Karena itu Allah mengingatkan, janganlah lemah dan janganlah sedih wa antumul a’lawna inkuntum mukminin!

Dan kemantapan hati itu dapat dilihat dari sorotan mata antum yang tajam!

Mata yang tajam itu akan menembus mata yang menatapnya dan turun ke hatinya.

Sekarang antum rasakan, apakah yang dirasakan orang lain ketika bertemu antum… Apakah gembira atau malah sedih?

Islam ini datang memberikan berita gembira, memberikan harapan!

Dan tugas kita adalah menghilangkan kesedihan, rasa takut & kemarahan, itulah sakinah!

Jika antum memiliki sakinah, maka tugas kita adalah menghadirkan sakinah bagi masyarakat kita

Maka salah satu indikator kemenangan adalah ketika orang merasa ada sakinah/ harapan ketika dekat dengan kita

Yang orang ingin tahu adalah apa yang akan mereka rasakan ketika dekat dengan antum, atau jika PKS menang!

Kekuatan utama untuk mendapatkan follower adalah narrative intelligence, kemampuan menjelaskan

Oleh karena itu antum mesti memiliki kemampuan menerjemahkan narasi ini dalam banyak perspektif

Misalnya agenda mainstreaming keluarga, perlu menggunakan kemampuan menerjemahkan yang baik agar orang yakin!

Jadi ini masalah bagaimana cara kita meyakinkan orang!

Jadi tidak ada yang salah dengan apa yang kita yakini, tetapi cara kita meyakinkan orang yang kurang tepat!

Milikilah perasaan, bahwa apa yang kita lakukan sejauh ini adalah proses shifty of civilization, peralihan peradaban

Bukan hanya kerja-kerja untuk meraih kursi, itu sesuatu yg sangat kecil. Tapi rasakanlah kerja-kerja itu sebagai merakit kerja besar

Saat ini ada 2 peradaban yang sedang berganti, yang 1 akan mati dan 1 lagi akan bangkit

Baik peradaban yang akan mati maupun yang akan bangkit keduanya diawali oleh kekacauan

Seperti bayi yang baru lahir menimbulkan tangisan, tangisan itulah kekacauan peradaban yang sedang ingin lahir

Kekacauan yang terjadi di timur tengah sebelum jatuhnya para diktator adalah kekacauan yang mengawali lahirnya sebuah peradaban

Peradaban barat juga sedang mengalami kekacauan, kekacauan menjelang kejatuhan peradaban mereka

Krisis Ekonomi barat, hanyalah efek kecil dari sebuah kerusakan yang lebih besar dan dalam, yaitu “penyakit degeneratif”

Penyakit Degeneratif, adalah hasil dari sebuah sistem yang salah sejak awalnya, yaitu membunuh kehidupan

Mereka membatasi kehidupan & kelahiran, karena mereka meyakini bahwa sumberdaya yang tersedia lebih sedikit dari jumlah manusia

Inilah tuduhan mereka yang paling keji terhadap Allah! Seolah-olah Allah tidak teliti menciptakan sumberdaya & manusia tidak seimbang.

Padahal Allah yang membagikan rezki kepada setiap ciptaan-Nya, dan Dia pula yang memegang kunci-kunci-Nya

Dulu di masa Nabi, Arab itu sudah memiliki kandungan minyak yang melimpah, tetapi tidak digunakan, karena Allah belum berikan ilmu-Nya

Baru sekitar 100 tahun yang lalu manusia diberi sedikit ilmu tentang minyak, & itu sudah menjadi solusi bagi banyak kebutuhan semua manusia

Kemudian Allah memberikan sedikit ilmu tentang komunikasi, betapa banyak orang yang kaya karenanya & menjadi solusi persoalan-persoalan manusia

Ilmu yang diberikan Allah itu masih sedikit, dan mereka sudah menuduh Allah tidak mampu menyediakan rezki yang cukup bagi ciptaan-Nya!

Padahal mereka bahkan belum sampai pada ilmu yang ada di zaman Nabi Sulaiman, dimana kargo dapat dipindahkan realtime seperti SMS

Maha Suci Allah dari tuduhan keji mereka itu!

Padahal Allah memiliki cara sendiri untuk membagi-bagikan rezkinya kepada seluruh kehidupan yang diciptakan-Nya

Kesalahan mendasar barat inilah yang membuat peradaban mereka kini di ambang kehancuran

Dimana tidak ada lagi suara tangis kehidupan baru di tengah mereka, dan yang ada hanya calon-calon mayit.

Shifting of civilization (peralihan peradaban) dari peradaban barat ke timur (Islam)

bahwa kejayaan itu tidak permanent, sebagaimana masa kejatuhan yang tidak ABADI.

Inilah yang dimaksud dengan tadaawul -bukan tadawaanul- hadharaat) atau peralihan peradaban.

Kebangkrutan ekonomi yang kini dialami eropa hingga menimbulkan chaos di banyak Negara.

Sama sekali tidak terkait degan terorisme yang mereka identikkan dengan Islam.

Tapi itu sebagai bukti bahwa sistim ekonomi mereka yang rapuh dan sarat kezaliman…

makin memperkaya kehidupan orang kaya, melahirkan masyarakat yang hidup dalam kemewahan

dimana segelintir dari mereka menguasai 80 hingga 90% uang yang beredar di tengah masyarakat tersebut.

Ketika kemewahan hidup terjadi di tengah masyarakat, maka pada saat yang Sama kezaliman dan aniaya dirasakan sebagian lainnya

sedang kezaliman itu adalah kegelapan yang harus disingkirkan. Maka Rasul berkata, “Azh zhulmu, zhulumaat”.

Maka salah 1 tanda keruntuhan sebuah bangsa & peradabanya sekaligus adalah, ketika kemewahan menjadi budaya yang dpertontonkan masyarakat hedonis.

Inilah yang Allah firmankan, “wa idza aradnaa an nuhlika qaryatan amarna mutrafihaa…”

Taujih Al Ustadz Anis Matta, Lc pada Rakornas PKS Wilayah Indonesia Timur di Makasar 17 Februari 2012.

FIQIH CANDA DAN HUMOR

Jumat, 17 Februari 2012

Hidup terasa hambar dan datar tanpa humor dan canda bagaikan masakan tanpa garam. Namun hanya dalam kadar kuantitas, kualitas dan penyajian tertentu akan menjadi penyedap kehidupan. Memang bercanda kadang diperlukan untuk memecahkan kebekuan suasana sebagaimana yang dikatakan Said bin Al-’Ash kepada anaknya. “Kurang bercanda dapat membuat orang yang ramah berpaling darimu. Sahabat-sahabat pun akan menjauhimu.” Namun canda juga bisa berdampak negatif, yaitu apabila canda dilakukan melampaui batas dan keluar dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Canda yang berlebihan juga dapat mematikan hati, mengurangi wibawa, dan dapat menimbulkan rasa dengki.

Allah Swt. berfirman, Artinya: “Dan sesungguhnya Dia-lah yang membuat orang tertawa dan menangis” (QS An-Najm: 43).

Menurut Ibnu ‘Abbas, berdasarkan ayat ini, canda dengan sesuatu yang baik adalah mubah (boleh). Rasulullah Saw. pun sesekali juga bercanda, tetapi Rasulullah Saw. tidak pernah berkata kecuali yang benar. Imam Ibnu Hajar al-Asqalany menjelaskan ayat di atas bahwa Allah Swt. telah menciptakan dalam diri manusia tertawa dan menangis. Karena itu silakanlah Anda tertawa dan menangis, namun tawa dan tangis kita harus sesuai dengan aturan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Berikut ini adalah kaidah fiqih terkait canda dan humor sebagai panduan agar canda dan humor bernilai dan berdampak positif dan tidak justru berdampak dan bernilai negatif seperti menimbulkan luka hati atau ketersinggungan orang lain.

1. Tidak menjadikan simbol-simbol Islam (tauhid, risalah, wahyu dan dien) sebagai bahan gurauan. Firman Allah: “Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. at-Taubah:65)

2. Jangan menjadikan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa, seperti April Mop di masa sekarang ini. Sabda Rasulullah saw: “Celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa. Celaka dia, celaka dia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim)

3. Jangan mengandung penghinaan, meremehkan dan merendahkan orang lain, kecuali yang bersangkutan mengizinkannya. Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al-Hujurat:11) “Cukuplah keburukan bagi seseorang yang menghina saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim)

4. Tidak boleh menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang muslim. Sabda Nabi saw: “Tidak halal bagi seseorang menakut-nakuti sesama muslim lainnya.” (HR. ath-thabrani) “Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil barang saudaranya, baik dengan maksud bermain-main maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Tirmidzi)

5. Jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis.
Tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada (cara dan macam) perkataannya sendiri. Allah mencela orang-orang musyrik yang tertawa ketika mendengarkan al-Qur’an padahal seharusnya mereka menangis, lalu firman-Nya: “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkannya.” (QS. an-Najm:59-61).

Hendaklah gurauan itu dalam batas-batas yang diterima akal, sederhana dan seimbang, dapat diterima oleh fitrah yang sehat, diridhai akal yang lurus dan cocok dengan tata kehidupan masyarakat yang positif dan kreatif.
Islam tidak menyukai sifat berlebihan dan keterlaluan dalam segala hal, meskipun dalam urusan ibadah sekalipun.

Dalam hal hiburan ini Rasulullah memberikan batasan dalam sabdanya; “Janganlah kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi). “Berilah humor dalam perkataan dengan ukuran seperti Anda memberi garam dalam makanan.” (Ali ra.). “Sederhanalah engkau dalam bergurau, karena berlebihan dalam bergurau itu dapat menghilangkan harga diri dan menyebabkan orang-orang bodoh berani kepadamu, tetapi meninggalkan bergurau akan menjadikan kakunya persahabatan dan sepinya pergaulan.” (Sa’id bin Ash).

Oleh Dr. Setiawan Budi Utomo.

Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah

Senin, 13 Februari 2012

Bentuk-bentuk Jatuh di Jalan Dakwah

Menjadi lambat, kurang kontribusi, kurang produktif
Menjadi pasif dan tidak berbuat apa-apa
Menarik diri dari lingkaran dakwah
Menjadi benci terhadap dakwah

Berbalik memusuhi dan memerangi dakwah


Itulah beberapa indikasi jatuhnya seseorang di jalan dakwah, mulai dari indikasi yang ringan sampai pada yang paling berat.

Fenomena berjatuhan di jalan dakwah adalah fenomena yang hampir selalu ada. Siapakah yang dirugikan dari fenomena ini? Dakwah? Sampai batas-batas tertentu, bisa jadi. Akan tetapi, yang sebetulnya dirugikan adalah sang aktivis dakwah yang terjatuh tersebut.

Dakwah itu ibarat gerbong kereta yang mengangkut para aktivisnya sebagai penumpang. Jika ada seseorang yang tertinggal dari gerbong, akan ada saja orang lain yang menggantikan kursi tempat duduknya. Tertinggalnya orang tersebut hampir tidak berpengaruh pada dakwah. Sebaliknya, yang tertinggal itulah yang menjadi rugi. Relakah kita menjadi orang yang tertinggal itu?


Orang-orang yang jatuh di jalan dakwah bisa juga diibaratkan seperti daun-daun yang berguguran dari sebuah pohon yang rindang dan lebat daunnya. Itulah 'pohon dakwah'. Dedaunan yang jatuh berguguran itu sama sekali tidak merugikan pohon besar tersebut. Justru, dedaunan yang gugur itulah yang menjadi binasa karena ia akan menjadi kering dan hancur karena tidak lagi bisa mendapatkan suplai makanan dari pohon. Relakah kita menjadi daun yang gugur itu?


Selanjutnya, apa sajakah yang bisa menyebabkan seorang aktivis dakwah terjatuh di jalan dakwah? Secara umum, ada 2 sebab: faktor internal dan faktor eksternal.


Karena Faktor Internal


1. Karena semangat menurun


Antisipasi :
Senantiasa menjaga kekuatan ruhiyah
Membentengi diri dengan ilmu yang kokoh


2. Karena merasa jenuh


Antisipasi :
Tidak berlebihan dan ekstrim, menanggung beban yang terlalu berat
Melakukan refreshing dan hal-hal yang menghibur diri



3. Karena tidak puas

Antisipasi :
Senantiasa ikhlas hanya karena Allah dan tidak menggantungkan harapan dan orientasi kepada selain-Nya




4. Karena tidak bisa memahami dakwah


Antisipasi :
Terlibat dan terjun langsung dalam dakwah sehingga memahami realitas
Senantiasa mengikuti perkembangan dan dinamika terkini
Senantiasa meningkatkan dan memperluas ilmu dan pemahaman


Karena Faktor Eksternal

1. Karena terbawa oleh lingkungan pergaulan
Antisipasi :
Cari lingkungan pergaulan dan teman-teman dekat yang baik
Perkuat ketahanan diri (ruhiyah dan ilmu)


2. Karena tekanan dan pengaruh keluarga
Antisipasi :
Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan keluarga
Berusaha untuk berdakwah dalam keluarga dengan cara yang sebaik-baiknya
Memiliki ”keluarga kedua”


3. Karena terbuai oleh kenikmatan dunia
Antisipasi :
Perkuat ketahanan diri (ruhiyah dan ilmu)
Memiliki tameng diluar diri kita (orang-orang yang bisa menjaga diri kita, bentuk-bentuk kenikmatan tandingan yang syar’i)


4. Karena tidak kuat menghadapi tekanan kehidupan
Antisipasi :
Memantapkan pilar-pilar kehidupan
Perkuat ketahanan diri
Perhatian dan bantuan dari saudara-saudaranya


5. Karena tidak kuat menghadapi intimidasi
Antisipasi :
Perkuat ketahanan diri
Mempersenjatai diri
Pembelaan dan dukungan dari saudara-saudaranya


6. Karena perselisihan atau konflik dengan saudaranya
Antisipasi :
Senantiasa menjaga adab-adab dan akhlaq-akhlaq mu’amalah dengan saudara-saudaranya
Memiliki hati yang lapang
Adanya peredam bibit-bibit perselisihan dan konflik

Membentuk Al Usrah Al Haroki

Sabtu, 11 Februari 2012

Keluarga haroki (al usrah al haraki) adalah keluarga yang seluruh anggota di dalamnya memiliki komitmen pada dakwah (Islam dalam wujud yang aktif dan dinamis).


Sekali lagi, mereka tak harus selalu atau bahkan (mungkin) jarang yang bergelar “Singa Panggung” atau “Singa Podium”.


Bisa jadi dia justru tidak terkenal, namun aktivitas yang dijalaninya penuh dengan motivasi dan semangat dakwah masuk keluar rumah yang ditemuinya.


Karena medan dakwah yang hakiki bukanlah di mimbar atau di masjid namun pada seluruh lapangan kehidupan. Setidaknya ada lima hal yang dapat dilakukan agar keluarga kita dapat mendekati idealita keluarga haraki.


Pertama, jadikan rumah kita sebagai masjid. Artinya dari sanalah aktivitas ibadah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Disana tidak akan terdengar musik-musik lalai yang didendangkan atau acara-acara televisi yang penuh dengan gairah maksiat. Sang ayah adalah Imam yang memimpin keluarganya untuk selalu taat pada Allah.


Kedua, menjadikan rumah sebagai sekolah. Dimana aktivitas menuntut ilmu selalu dikerjakan. Tiap saat adalah waktu untuk belajar. Saat bersenda gurau, ketika malam tiba atau tatkala subuh menjelang. Semuanya adalah saat-saat belajar.


Ketiga, menjadikan rumah sebagai benteng tempat pengkaderan dan pertahanan utama. Disanalah sang anak dikenalkan pada misi dan tujuan hidup. Semua anggota menggembleng diri menjadi prajurit yang siap tempur. Mereka mempersiapkan diri memiliki seluruh sarana untuk menjadi mujahid sejati.


Keempat, menjadikan rumah sebagai rumah sakit. Yakni sebagai tempat orang datang untuk mencari kesembuhan. Rumah keluarga haraki selalu disibukkan oleh orang-orang yang mencari obat kebahagiaan akhirat. Ia akan selalu menjadi rujukan masyarakat karena kemanjuran nasehat dan solusi yang dianjurkan atau dikerjakan.


Kelima, menjadikan rumah sebagai pelabuhan ruhani. Tempat seluruh anggota keluarga mendapatkan kedamaian setelah beraktivitas seharian. Disanalah berdiri sendi-sendi ukhuwah, simpati, rasa social serta ruh keimanan bersemayam.


Dan terakhir, keluarga haraki selalu berpatokan dan mencoba berjalan pada titian nilai yang telah diwariskan padanya oleh penutup para Nabi, yaitu jalan perjuangan, jalan dakwah yang menyejukkan. Wallallahua'lam.





Tarwiyah
(PKS Pesanggrahan)

Dakwah Kita Hari ini !!!

Jumat, 08 April 2011

Sudah lelah kah kau kawan atas perjuangan dakwah ini?? Hhmm mungkin jadwal syuro yang padat itu membuatmu lemah?? Atau tak pernah punya waktu istirahat di akhir pekan yang kau gusarkan?? Atau pusingnya fikiranmu mempersiapkan acara2 bertemakan dakwah yang membuatmu ingin terpejam?? Atau panasnya aspal jalanan saat kau aksi yang ingin membuatmu “rehat sejenak”??? atau sulitnya mencari orang yang ingin kau ajak ke jalan ini yang kau risaukan?? Atau karena seringnya juniormu meminta infak2mu yang membuatmu ingin menjauh??

Dakwah kita hari ini hanya sebatas ‘itu’ saja kawan.hehe bukan ingin melemahkan tapi izinkan saya showing kali ini…. Taukahkau Umar bin Abdul Azis?? Tubuhnya hancur dalam rangka 2 tahun masa memimpinnya...2 tahun kawan, Cuma 2 tahun memimpin tubuhnya yang perkasa bisa rontok..kemudian sakit lalu syahid...sulit membayangkan sekeras apa sang khalifah bekerja…tapi salah satu pencapainya adalah..saat itu umat kebingungan siapa yang harus di beri zakat…tak ada lagi orang miskin yang layak di beri infak…


Apakah kau lelah berdakwah kawan...saat baru kau rasa ternyata selain indah dakwah itu banyak konsekuensinya... Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.


Tapi syekh Mustafa masyhur mengatakan “jalan dakwah ini adalah jalan yang panjang tapi adalah jalan yang paling aman untuk mencapai RidhoNya” ya kawan, jalan ini yang akan menuntun kita kepada RidhoNya…saat Allah ridho..maka apalagi yang kita risaukan?? Saat Allah ridho…semuanya akan jauh lebih indah…karena Syurga akan mudah kita rasa..


Rasulallah begitu berat dakwahnya..harus bertentangan dengan banyak keluarga yang menentangnya..mushab bin umair harus rela meninggalkan ibunya. Suhaib ar rumi harus rela meninggalkan seluruh yang dia kumpulkan di mekkah untuk hijrah…Asma binti Abu Bakar rela menaiki tebing yang terjal dalam kondisi hamil untuk mengantarkan makanan kepada ayahnya dan Rasulallah, hanzholah segera menyambut seruan jihad saat bermalam pertama dengan istrinya, Kaab bin malik menolak dengan tegas suaka raja ghassan saat ia dikucilkan…



Billal, Ammar, keluarga yasir..mereka kenyang dengan siksaan dari para kafir, Abu Dzar habis di pukuli karena meneriakkan kalimat tauhid di pasar, Ali mampu berlari 400 KM guna berhijrah di gurun hanya sendirian, Usman rela menginfakkan 1000 unta penuh makanan untuk perang tabuk, Abu Bakar hanya meninggalkan Allah dan Rasul Nya untuk keluarganya…Umar nekat berhijrah secara terang terangan, Huzaifah berani mengambil tantangan untuk menjadi intel di kandang musuh,Thalhah siap menjadi pagar hidup Rasul di uhud, hingga 70 tombak mengenai tubuhnya, Zubair bin Awwan adalah hawarii nya rasul, Khansa merelakan anak2nya yang masih kecil untuk berjihad, Nusaibah yang walopun dia wanita tapi tak takut turun ke medan perang, Khadijah sang cintanya rasul siap memberikan seluruh harta dan jiwanya untuk islam, siap menenangkan sang suami dikala susah..benar2 istri shalihah ^_^


Atau mari kita bicara tentang Musa…mulutnya gagap tapi dakwahnya tak pernah pudar…ummatnya seburuk buruknya ummat, tapi proses menyeru tak pernah berhenti…atau Nuh, 900 tahun menyeru hanya mendapat pengikut beberapa orang saja..bahkan anaknya tak mengimaninya…Ibrahim yang dibakar namrud, Syu’aib yang menderita sakit berkepanjangan tapi tetap menyeru…Ismail yang rela di sembelih ayahnya karena ini perintah Allah…


Atau izinkan saya bicara tentang Hasal Al Banna yang di bunuh oleh Negaranya sendiri karena dakwahnya..tak boleh ada yang mendekati jazadnya atau penjara tempatnya…hanya di kuburkan oleh ayahnya dan saudara2nya, atau Sayyid Quthb yang berakhir di tiang gantungan. atau Ahmad Yassin yang dengan lumpuhnya tapi dapat membangkitkan semangat jihad para pemuda palestina, atau fathi farhat di usia mudanya menjadi pejuang tangguh hamas.


Atau kita bicara orang2 shaleh di Indonesia…Almarhum Rahmat Abdullah yang menangis memasuki gedung DPR, Ustadz Hilmi Aminuddin yang ayahnya di bunuh oleh rezim terdahulu tetapi menyerukan kepada kader dakwahnya untuk memaafkan mereka dan menyerukan kepada kader dakwahnya untuk terus menyeru..terus memproduksi kebajikan.


Sekarang beranikah kita masih menyombongkan diri dengan dakwah yang kita lakukan…mengatakan lelah padahal belum banyak melakukan apa apa…bahkan terkadang…kita datang kepada dakwah dengan keterpaksaan, berat hati kita, terkadang menolak amanah, atau memilih amanah yang mudah2…



Kawan…dakwah kita hari ini hanya sebatas “itu2” saja he he bukan untuk melemahkan…tapi menguatkan karena ternyata yang kita lakukan belum apa apa….


Hamasah never Die….Don’t Give Up kawan!!!!


Fuad Aris


Entri Populer

Kolom

Pemilu dan Pilkada

 

© Copyright PKS Bersama Melayani Rakyat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.